Makalah Pengertian membaca, Ketrampilan Mekanis dan Ketrampilan Pemahaman

MAKALAH

PENGERTIAN MEMBACA, KETRAMPILAN MEKANIS DAN KETRAMPILAN PEMAHAMAN

Oleh

YUNI RAHMAWATI

NPM. 09111953

FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

BOJONEGORO

2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah S.W.T, karena dengan rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelasikan makalah ini sebagai Tugas dari mata kuliah ketrampilan membaca pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indnesia Jurusan Bahasa Indonesia

Sebagai pendorong penulisan makalah ini adalah bahwa keberagaman bahasa Indonesia yang kadang menjadi masalah dalam hal pemahaman. Untuk itu kami mencoba menghadirkan tulisan ini sebagai bahan pertimbangan.

Tidak lupa dengan rasa hormat penulis menyampikan terimakasih kepada

  1. Bapak Drs. MASRUKIN, M.Pd. yang telah membmbing dan memotifasi kami untuk menulis
  2. Teman-teman yang membantu penulisan makalah ini
  3. Dan emua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini sehingga dapat selesai tepat waktu

Atas kebaikan dan keikhlasan penulis ucapkan terima kash, tidak lupa teriring do’a semoga Allah S.W.T memberikan ridho Nya dan membalas sesuai dengan amal kebaikanya.

Mengingat kemampuan penulis yang terbatas dalam penulisan makalah ini, maka penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini jauh dari sempurna oleh karena itu penulis mengharap kritik dan saran untuk perbaikan lebh lanjut

Akhirnya semga penulisan makalah ini bermanfaat bagi penddidkan khususnya dan bagi masyarakat umumnya

Penulis

DARTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………….         1

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………         2

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………         3

BAB I   PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang Masalah ……………………………………………………….         4

1.2.   Rumusan Masalah………………………………………………………………..         4

1.3.   Tujuan………………………………………………………………………………..         4

1.4.   Manfaat……………………………………………………………………………..         5

BAB II PENDAHULUAN

2.1  Pengertian  Membaca…………………………………………………………….         6

2.2  Ketrampilan Mekanis……………………………………………………………..         7

2.3  Ketrampilan Pemahaman………………………………………………………..         7

BAB III  PENUTUP

3.1.  Kesimpulan…………………………………………………………………………         10

3.2.  Saran…………………………………………………………………………………         10

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang Masalah

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata – kata atau bahasa tulis. ( TARIGAN 1979 : 7 ).

Salah satu upaya untuk meningkatkan minat membaca bagi para siswa atau mahasiswa, maka kami menyusun makalah ini supaya dapat memberikan pengertian bagi para siswa maupun mahasiswa yang ingin mengetahui apa makna membaca, karena begitu pentingnya makna membaca bagi kita yang bergelut dalam pendidikan. disini kami juga memberikan beberapa pemahaman dan pengertian membaca, dan mengungkapkan ide-ide dari tokoh-tokoh terkemukan di dalam mejelaskan pengertian membaca, ketrampilan mekanis dan ketrampilan pemahaman

Membaca memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena lewat membaca segala bentuk kejadian dan informasi dapat kita ketahui.

1.2.   Rumusan  Masalah

Dari latar belakang masalah diatas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut

1.2.1.      Apa Pengertian menbaca?

1.2.2.      Apa Ketrampilan Mekanis?

1.2.3.      Apa Ketrampilan Pemahaman.?

1.3.   Tujuan Penulisan

Penulis Tidak Sekedar menulis tetapi mempunyai tujuan yaitu.

1.3.1        Mengetahui Tentang pengertian Membaca

1.3.2        Menjadi tahu Ketrampilan membaca Mekanis

1.3.3        Menjadi Mengerti Tentang membaca Pemahaman.

1.4.   Manfaat

Semoga makalah ini bisa bermanfaat diantaranya

1.4.1.      Bagi penulis dan mahasiswa lain, untuk lebih memahami tentang pengertian membaca, ketrampilan mekanis, dan ketrampilan pemahaman

1.4.2.      Agar bisa dijadika bahan referensi

BAB II

PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Membaca

Para pakar hingga saat ini masih memberikan batasan yang berbeda tentang hakikat membaca. Anderson dalam Tarigan (1985 :7) mengatakan bahwa membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and deconding process). Bagi Dika yang masih duduk di kelas 1 SD pengertian membaca seperti itu tepat sebab ketika dia membaca hanya terbatas mengemukakan atau membunyikan rangkaian lambang-lambang bahasa tulis yang dilihatnya, dari huruf menjadi kata kemudian menjadi frasa kalimat, dan seterusnya. Mengerti atau tidak mengerti makna dari seluruh rangkaian lambang-lambang bahasa tulis tidak menjadi persoalan. Pengertian tersebut menyatakan seakan-seakan membaca suatu hal yang pasif.

Pengertian Anderson bagi anak-anak SD kelas 2 ke atas tidak dapat dipertahankan lagi,sebab pada level ini mereka dituntut untuk memahami maksud atau arti dari lambang yang dibacanya. Oleh karena itu, Finnichiaro dan Bonomo dalam Tarigan (1985 :8) mencoba mendefinisikan membaca adalah suatu proses memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahasa tertulis (bringing meaning to and getting meaning from printed or written material). Kegiatan membaca pada anak-anak kelas 4 SD ke atas bukanlah kegiatan membaca yang dikatakan oleh Finnochiaro dan Bonomo,karena membaca bukan hanya memahami yang tersurat saja tetapi juga yang tersirat, sebagaimana yang dikatakan oleh Goodman dalam Harras dan Sulistianigsih (1997 :1.7) bahwa ketika seseorang membaca bukan hanya sekedar menuntut kemampuan mengambil dam memetik makna dari materi yang tercetak melainkan juga menuntut kemampuan menyusun konteks yang tersedia guna membentuk makna.

Dengan demikian membaca bukan hanya sekedar memahami lambang-lambang bahasa tulis saja, melainkan berusaha memahami, menerima, menolak, membandingkan, dan meyakini pendapat pengarang

Tambubulon (1993) menjelaskan pada hakekatnya membaca adalah kegiatan fisik dan mental untuk menemukan makna dari tulisan walaupun dalam kegiatan itu terjadi proses pengenalan huruf-huruf. Dikatakan kegiatan fisik karena bagian – bagian tubuh khususnya mata yang melakukan, dikatakan kegiatan mental karena bagian – bagian pikiran khususnya presepsi dan ingatan terlibat di dalamnya, dari definisi ini kiranya dapat dilihat bahwa menemukan makna dari bacaan (tulisan) adalah tujuan utama membaca dan bukan mengenai huruf-huruf.

Diperjelas oleh pendapat Smith (ginting 2005) bahwa membaca merupakan suatu proses membangun pemahaman dari teks yang tertulis (www.bpkpenabor.or.id)

2.1   Ketrampilan Mekanis

Membaca bersuara sering juga memakai nama-nama yang berbeda seperti membaca mekanis, membaca oral, membca ulat, dan membaca nyaring. Apapun nama yag digunakan, membaca mekanis ini merupakan suatu aktifitas yang jelas untuk nenangkap dan memahamkan informasi pikiran dan perasaan

Bacaan mekanis adalah bacaan bersuara yang menyuarakan Tulisan dengan sebutan yang jelas dan terang dengan intonasi dan irama mengikat, gaya membaca yang betul, dengan mengerakkan alat pertuturan, orang yang membaca harus mempunyai kemampun untuk mengartikan apa saja yang tersirat dalam bahan – bahan yang dibaca, lazimnya ia harus memiliki kecepatan mata yang tinggi serta pandangan mata yang jauh. ia juga harus bisa mengelompokkan kata-kata dengan baik dan tepat agar jelas maknanya bagi para pendengar

Membaca mekanis merupakan suatu ketrampilan yang serba rumit dan kompleks, dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa, membaca mekanis yang digunakan lebih tertumpu pada usaha menganalisis pengucapan dari pada pemahaman. (wwwimprescholteacha.bogspot.com)

2.2   Ketrampilan Pemahaman

Membaca pemahaman menurut Tarigan ( 1986:56 ) merupakan sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami standar-standar atau norma-norma kesastraan ( literary standards ), resensi kritis ( critical review ), drama tulis (primed drama ), serta pola-pola fiksi ( pattenrs of fiction ).

Proses penguasaan dan ketrampilan membaca pemahaman dipengaruhi beberapa faktor.Yap ( 1978 ) dalam Harras dan Sulistiyaningsih (1997/1998:1.18 ) melaporkan bahwa kemampuan membaca seseorang sangat ditentukan oleh kuantitas membacanya. Hasil penelitiannya menyebutkan perbandingan sebagai berikut : 65 % ditentukan oleh banyaknya waktu yang digunakan untuk membaca, 25 % oleh fakor IQ, dan 10 % oleh faktor-faktor lingkungan social,emosional, lingkungan fisik dan sejenisnya. Sedangkan Ebel ( 1972:35 ) berpendapat bahwa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan pemahaman bacaan yang dapat dicapai oleh siswa dan perkembangan minat bacanya tergantung pada faktor-faktor berikut :(1) Siswa yang bersangkutan, 2) keluarganya, (3) Kebudayaannya,dan (4) Situasi sekolah.Alexander ( 1983:143) berpendapat bahwa faktor-faktor yang  mempengaruhi perkembangan pemahaman bacaan meliputi : program pengajaran membaca, kepribadian siswa, motivasi, kebiasaan dan lingkungan social ekonomi mereka.

Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa situasi sekitar pembaca berpengaruh terhadap kegiatan membaca pemahaman seseorang. Suatu kegiatan reseptif menelaah isi teks bacaan memerlukan situasi lingkungan yang tenang. Keadaan yang tenang akan membuat pembaca lebih mudah mengenali setiap lambang bunyi, memberi makna dan dapat menanggapi isi bacaan dengan cepat.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam membaca pemahaman adalah bahan bacaan. Bahan bacaan yang memiliki tingkat kesukaran tinggi akan menjadi kendala bagi pembaca dalam memmahami bahan bacaan. Sebaliknya siswa akan dapat memahami secara baik bahan bacaan yang tergolong mudah. Oleh sebab itu bahan bacaan yang akan disajikan hendaklah dipilih yang memiliki tingkat keterbacaan tinggi, bentuk kalimatnya efektif, tidak ada unsur asing yang tidak perlu, dan memiliki pola penalaran yang runtut.

Aspek lain yang juga berpengaruh dalam membaca pemahaman adalahkondisi umum jasmani dan tonus ( tegangan otot ) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya. Kondisi organ tubuh yang lemah, apalagi bila disertai pusing-pusing kepala dapat menurunkan kualitas ranah cipta  ( kognitif ) sehingga materi yang dibaca kurang atau tidak berbekas. Kondisi organ-organ khusus siswa, seperti tingkat kesehatan indra penglihat juga sangat mempengaruhi kemampuan menyerap informasi dan pengetahuan.

Aspek lain yang tidak dapat diabaikan adalah aspek keluasan wawasan, tingkat kecerdasan, sikap, bakat, minat, dan motivasi. Aspek-aspek ini dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap tingkat ketrampilan membaca pemahaman.

Karlin ( 1964 ) dalam Nurhadi dan Rockhan ( 1990:225 ) mengatakan bahwa pembelajaran bahasa dalam memahami wacana melewati beberapa aspek. Aspek-aspek yang dimaksud adalah : (1) pemahaman kata, (2) konsep, (3) kalimat, (4) struktur paragraph, dan (5) sikap dan tujuan.Pemahaman kata dapat dilatihkan dengan melihat konteksnya,dan mencakupi (1) struktur kata, (2) sinonim dan antonym, (3) bahasa figurative,dan (4) penggunaan kamus. Konsep adalah hubungan pengertian atau makna dengan pengalaman. Kalimat yaitu kemampuan menghubungkan makna kata yang satu dengan yang lain. Struktur meliputi kalimat, dan ide pokok. Berdasarkan kajian pustaka yang telah dilakukan di atas dapat disimpulkan bahwa membaca pemahaman mempunyai tingkatan yang bervariasi dari tidak mengerti sampai mengerti secara lengkap. Ketrampilan membaca pemahaman dipengaruhi oleh inputnya. Seperangkat data , keterangan, dan bahan-bahan bahasa yang didapatkannya adalah input yang dapat digunakan untuk melewati beberapa aspek membaca. Faktor intern dan ekstern lain juga mempengaruhinya.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari makalah ini penulis menyimpulkan.

  1. Pengertian Membaca, Karena banyak sekali tentang pengertian membaca, maka penulis memberi kesimpulan yang lahir dari pemikiran penulis sendiri, yaitu Membaca adalah, kegiatan fisik, mental untuk menemukan makna yang terkandung didalam tulisan, baik itu yang tersirat maupun yang tersurat, sehingga memberikan pemahaman.
  2. Membaca bersuara atau di sebut juga membaca mekanis merupakan suatu aktifitas yang jelas untuk nenangkap dan memahamkan informasi pikiran dan perasaan.
  3. Membaca  pemahaman menurut Tarigan ( 1986:56 ) merupakan sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami standar-standar atau norma-norma kesastraan ( literary standards ), resensi kritis ( critical review ), drama tulis (primed drama ), serta pola-pola fiksi ( pattenrs of fiction ).

3.2 Saran

Pada tulisan ini penulis ingin menyampaikan saran – saran sebagai berikut:

  1. Bagi peserta diskusi hendaknya aktif dalam diskusi
  2. Bagi dosen Pembimbing hendaknya ikut mengambil peran dalam penulisan makalah ini
  3. Selanjutnya karena penulis hanyalah orang biasa dan tentunya mempunyai banyak kesalahan, penulis mengharap saran yang konstruktif  untuk pengembangan selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.bpkpenabor.or.id/

www.imprescholteacha.bogspot.com

http://suherlicentre.blogspot.com

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: